Senin, 10 Maret 2014

Animasi

Kredit ntuk Pak Santo Tjhin. Maaf bahan ajarnya saya bagi-bagi (juga obrak-abrik) hehe

1.      Pengertian Animasi
            Animasi berasal dari kata Animate yang berarti “ menghidupkan”.  Jadi animasi adalah  suatu upaya untuk memperlihatkan sesuatu objek, baik berupa benda dua dimensi atau tiga dimensi agar dapat terlihat hidup dan memiliki gerak, dengan cara membuat rangkaian visual frame by frame atau bagian per bagian dari objek. 
Manusia umumnya hanya dapat menangkap antara 12 hingga 15 gambar per detik, max sebanyak 24 gambar
perdetik.

2.      Animasi dan Daya Penglihatan Manusia
            Suatu program av yang di rekam kedalam pita video, agar terlihat wajar pada umumnya memerlukan 30 frame perdetik  dan untuk film bergerak (movie) diperlukan 24 frame per detik yang merupakan kecepatan standard film animasi. Hal ini ditujukan agar gerakan terlihat luwes dan natural. 

3.      Film Animasi
            Film animasi merupakan bagian dari audio visual statis. Karena setiap gambar yang di proyeksikan, sebenarnya adalah gambar diam atau statis, sehingga di sebut Stop-frame cinematography. Saat ini dunia animasi telah sangat maju, selain menggunakan cara tradisional : menggunakan lembaran celluloid / acetate film. Kini telah menggunakan software komputer, antara lain :
-adobe premire, after effect, 3D, soft image, sound force etc.

4.      Macam-macam Film Animasi
            Animasi tidak terbatas hanya untuk film anak-anak, atau hiburan, tetapi juga di pergunakan di dalam berbagai bidang. Karena animasi dapat menerangkan dengan rinci urutan sesuatu hal atau informasi yang ingin di sampaikan kepada masyarakat.
Contoh : di bidang kehakiman disebut animasi forensik, di bidang  pendidikan disebut animasi simulasi, di bidang pemasaran di sebut iklan televisi.
a)      Animasi forensik
            Pada kasus kecelakaan dibuat untuk menerangkan terjadinya  kecelakaan, berdasarkan data saksi, testing kendaraan yang mengalami kecelakaan dengan teori fisika & gerak.
b)      Animasi Simulasi
            Kerap  digunakan untuk membantu menggambarkan proses terjadinya sesuatu kejadian atau apa yang akan di hadapi, atau bagaimana sesuatu hal akan terjadi, misalnya menggambarkan arah peluncuran roket satelit, dll. Animasi ini sering digunakan pada simulator penerbangan, pertambangan, pembuatan kendaraaan, dll.
c)      Animasi arsitektur
            Digunakan untuk menggambarkan struktur suatu gedung baik gedung bertingkat sejak awal perencanaan,proses pembangunan hingga selesai . Tidak hanya ekterior saja, tetapi juga interior ruangan dengan penataannya. Animasi ini sering digunakan pada sipil dan arsitektur.
d)     Animasi untuk pendidikan
            Digunakan untuk menjelaskan tentang koordinasi gerak , dimana
di dalamnya satu gerakan badan di perlihatkan gerakan tulang tulang
serta sendi tertentu dengan gerak otot.
e)      Animasi untuk hiburan & komersial
            Digunakan untuk menciptakan khayalan khayalan untuk
memperkuat visualisasi suatu adegan dan sering digunakan untuk
keperluan iklan televisi.



Post Modern

Berikut adalah sekilas tentang aliran Pos Modern. Disusun dan dipresentasikan oleh rekan-rekan saya dikelas dengan sedikit polesan oleh saya. hehe
Kredit untuk: Anis Soyyati, Dini Whyuni, Hermala Dewi, Juheti dan Khalil Gibran Arda Yasin

 POS MODERN


SEJARAH DAN PERKEMBANGAN ILMU PADA MASA POST MODERN

Dalam sejarah manusia, kita kenal tiga era atau zaman yang memiliki ciri khasnyamasing-masing yaitu pra-modern, modern dan postmodern. Zaman modern ditandai denganafirmasi diri manusia sebagai subjek. Apalagi setelah pernyataan Rene Descartes, “cogitoergo sum” yang artinya ‘aku berpikir maka aku ada’. Melalui pernyataan tersebut, manusiadibimbing oleh rasionya sebagai subjek yang berorientasi pada dirinya sendiri sehinggarasio atau akal budi manusia menjadi pengendali manusia terutama tingkah lakunya. Padamasa ini munculah berbagai macam teori yang berlaku sampai sekarang. Pada akhirnyazaman dimana kita berada sekarang yaitu zaman postmodern. Pemikiran pada periodeini menamakan dirinya postmodern, memfokuskan diri pada teori kritis yang berbasis padakemajuan dan emansipasi. Kemajuan dan emansipasi adalah dua hal yang saling berkaitan,seperti yang dinyatakan oleh Habermas bahwa keberadaan demokrasi ditunjang oleh sainsdan teknologi. Dalam makalah ini akan dikemukakan sejarah munculnya postmodernsebagai ‘isme’ yang mengritik modernitas, juga akan dipaparkan beberapa tokoh padaperiode ini beserta ajarana-ajaran pokok mereka.

       I.            Pengertian
Untuk memudahkan memahami postmodernisme, ada baiknya kita mengkontraskan‘isme’ ini dengan lawan sejarah dan nuansa berpikirnya, yakni modernisme.Mengkontraskan kedua ‘isme’ tersebut dipandang perlu karena postmodernisme, dalambanyak hal, bisa dikatakan sebagai reaksi dan kritik terhadap modernisme.Post-modern-isme, berasal dari bahasa Inggris yang artinya faham (isme), yang berkembang setelah (post) modern. Istilah ini muncul pertama kali pada tahun 1930 pada bidang seni oleh Federico de Onis untuk menunjukkan reaksi dari moderninsme. Berikut ini adalah pengertian dari Modernisme, Postmodernisme, Postmodern, dan Postmodernitas.

A.     Modernisme
Secara etimologis modern (adj.) bermakna, ‘pertaining to recent or present time’. Dalam subbab yang bertemakan postmodernisme, Romo Tom Jacob mengartikan ‘modern’ sebagai:terbaru, mutakhirsikap dan cara berpikir serta bertindak sesuai dengan tuntutan zaman.Sedangkan menurut Kant menyebutnya sebagai, ’pencapaian transendentalisasi jauh dariimanensi manusia. Sehingga manusia bisa mencapai tingkat yang paling tinggi.Kemampuan rasio inilah yang menjadi kunci kebenaran pengetahuan dan kebudayaanmodern. Di samping Kant, sejarah kematangan kebudayaan modern ditunjukkan olehFrederich Hegel. Melalui kedua pemikir inilah nilai-nilai modernisme ditancapkan dalamalur sejarah dunia. Kant dengan ide-ide absolut yang sudah terberi (kategori). Hegel denganfilsafat identitas (idealisme absolut) (Ahmad Sahal, 1994: 13). Konstruksi kebudayaanmodern kemudian tegak berdiri dengan prinsip-prinsip rasio, subjek, identitas, ego, totalitas,ide-ide absolut, kemajuan linear, objektivitas, otonomi, emansipasi serta oposisi biner.Dalam perspektif seorang postmodernis yang berasal dari tradisi filsafat, modernisme biasdisebut sebagai ‘semangat yang diandaikan ada pada masyarakat intelektual sejak zamanrenaissance (abad ke-18) hingga paruh pertama abad ke-20. Semangat yang dimaksudadalah semangat untuk progress --meraih kemajuan—dan untuk humanisasi manusia’.Semangat ini dilandasi oleh keyakinan yang sangat optimistik dari kamum modernis akankekuatan rasio manusia.
Di era ini rasio dipandang sebagai kekuatan yang dimiliki oleh manusia untuk memahamirealitas, untuk membangun ilmu pengetahuan dan teknologi, moralitas, dan estetika. Pendekkata, rasio dipandang sebagai kekuatan tunggal yang menentukan segala-galanya.Pengakuan atas kekuatan rasio dalam segenap aktivitas manusia, berarti pengakuan atasharkat dan martabat manusia. Manusia dengan rasionya, --tentu saja sebagai subjek;pemberi bentuk dan warna pada realitas-- adalah penentu arah perkembangan sejarah.Kenyataannya, modernisme adalah salah satu bentuk dari humanisme. Narasi-narasi besar 2modernisme yang berasal dari kapitalisme, eksistensialisme, liberalisme, idealisme, tidak
bisa lain membuktikan hal itu.Modernisme juga bisa diartikan sebagai semangat untuk mencari dan menemukankebenaran asasi, kebenaran esensial, dan kebenaran universial. Rasio manusia dianggapmampu menyelami kenyataan faktual untuk menemukan hukum-hukum atau dasar-dasaryang esensial dan universal dari kenyataan.

B.     Postmodernisme
Secara etimologis Postmodernisme terbagi menjadi dua kata, post dan modern. Kata post,dalam Webster’s Dictionary Library adalah bentuk prefix, diartikan dengan ‘later or after’.Bila kita menyatukannya menjadi postmodern maka akan berarti sebagai koreksi terhadapmodern itu sendiri dengan mencoba menjawab pertanyaan pertanyaan yang tidak dapatterjawab di jaman modern yang muncul karena adanya modernitas itu sendiri.Sedangkan secara terminologi, menurut tokoh dari postmodern, Pauline Rosenau (1992)mendefinisikan Postmodern secara gamblang dalam istilah yang berlawanan antara lain:Pertama, postmodernisme merupakan kritik atas masyarakat modern dan kegagalannyamemenuhi janji-janjinya. Juga postmodern cenderung mengkritik segala sesuatu yangdiasosiasikan dengan modernitas.Yaitu pada akumulasi pengalaman peradaban Barat adalahindustrialisasi, urbanisasi, kemajuan teknologi, negara bangsa, kehidupan dalam jalur cepat.
Namun mereka meragukan prioritas-prioritas modern seperti karier, jabatan, tanggungjawab personal, birokrasi, demokrasi liberal, toleransi, humanisme, egalitarianisme,penelitian objektif, kriteria evaluasi, prosedur netral, peraturan impersonal dan rasionalitas.Kedua, teoritisi postmodern cenderung menolak apa yang biasanya dikenal denganpandangan dunia (world view), metanarasi, totalitas, dan sebagainya.Postmodernisme bersifat relatif. Kebenaran adalah relatif, kenyataan (realitas) adalah relatif,dan keduanya menjadi konstruk yang tidak bersambungan satu sama lain. Hal tersebut jelasmempunyai implikasi dalam bagaimana kita melihat diri dan mengkonstruk identitas diri.Hal ini senada dengan definisi dari Friedrich Wilhelm Nietzsche sche (1844-1900) dikenalsebagai nabi dari postmedernisme. Dia adalah suara pionir yang menentang rasionalitas,moralitas tradisional, objektivitas, dan pemikiran-pemikiran Kristen pada umumnya.Nietzsche sche berkata, “Ada banyak macam mata. Bahkan Sphinx juga memiliki mata; danoleh sebab itu ada banyak macam kebenaran, dan oleh sebab itu tidak ada kebenaran.”.
Menurut Romo Tom Jacob, kata ‘postmodern’ setidaknya memiliki dua arti:
1.      Dapatmenjadi nama untuk reaksi terhadap modernisme, yang dipandang kurang human, dan mau kembali kepada situasi pra-modernisme dan sering ditemukan dalam fundamentalisme.
2.      Suatu perlawanan terhadap yang lampau yang harus diganti dengan sesuatu yang serba barudan tidak jarang menjurus ke arah sekularisme.

C.     Postmodern
Postmodern adalah paham yang berkembang setelah jaman modern, postmodern memberikan pemahaman baru terhadap dunia menjadi dunia lebih lues dan mencair. Banyak pemikiran dari postmodern yang melawan aturan – aturan pada aliran modernis meskipun banyak tokoh postmodern mengatakan bahwa mereka tidak melawan pakem – pakem modernis melainkan hanya merevisinya. Postmodern lebih mengacu pada liberasilme artinya manusia diperbolehkan berpikir sebebas-bebasnya yang kemudian mengacu pada kapitalisme dan liberalisme, postmodern menghalalkan manusia untuk berpikir soal hal apapaun bahkan melebihi norma, agama, budaya dan hukum. Postmodern mengajarkan masyarakat untuk memiliki budaya skeptic, mempertanyakan banyak hal dan tidak begitu saja menerima satu hal meskipun postmodern menawarkan sebuah revolusi besar-besaran mengenai kebebasan berpikir, postmodern juga merupakan sebuah titik tolak kembali diangkatnya humaniora (hal-hal yang berkaitan dengan kemanusian) ditengah robotis manusia yang dipicu oleh kekakuan modernism kemudian lahirlah pemikiran bahwa manusia adalah mahluk yang berpikir dan apabila ada pembatasan terhadap ruang berpikir manusia maka akan  menghilangkan sifat manusia yang paling dasar itu sendiri.
Postmodern menurut para ahli
a.       Lyotard dan Geldner, postmodern adalah pemutusan secara total dari modernisme.
b.      Derrida, Foucault dan Baudrillard,postmodern adalah bentuk radikal dari kemodernan yang akhirnya bunuh diri karena sulit menyeragamkan teori-teori
c.       David Graffin, postmodernisme adalah koreksi beberapa aspek dari moderinisme.
d.      Giddens, postmodern adalah bentuk modernisme yang sudah sadar diri dan menjadi bijak.
e.       Habermas, merupakan satu tahap dari modernisme yang belum selesai.

D.     Postmodenitas
Post modernitas adalah keadaan masyarakat ketika menerima dan mempraktikan paham-paham post modernis didalam kenyataannya. Ketika mengamalkan post modern itu sendiri indikasi terbesar dilihat dari aspek ekonomi, budaya dan kondisi masyarakat dalam lingkup Negara. Dapat diartikan post-modernitas adalah dampak dari berkembangnya berbagai paham modernis yang statis atau kaku pada awalnya menjadi lebih filosofis dan kritis. Karena di dalam era modernisme sendiri masyarakat dituntut untuk menerima serta memahami berbagai konsep yang rasional serta realistis demi mencapai kemajuan di berbagai bidang yang memerlukan penalaran serta pemahaman lebih dalam mengenai konsep-konsep pembangunan yang ada. Yang kemudian disadari konsep kehidupan yang seperti ini begitu kaku dan tidak sejalan dengan manusia yang memiliki rasa-rasa humanisme yang selalu ingin berubah dan mencari yang baru. Dengan begini mereka para pencetus post modernisme menganggap keadaan ini tidak memanusiakan manusia. Oleh karena itu kemudian memunculkan aliran post modernisme sebagai solusi yang dianggap dapat kembali memanusiakan manusia. Namun banyak yang beranggapan bahwa paham yang dibawa oleh sikap modernisme ini berbeda dengan sifat alamiah manusia. Paham itu seperti sekularisme, universalisme dan pemerataan. Seperti universalisme yang dalam post modern dianggap cocok dengan keadaan alamiah manusia, nyatanya di beberapa Negara yang merealisasiakan paham universalisme dalam keadaan sehari-hari, tidaklah menciptakan kearifan local didalam lingkungan masyarakatnya.
Ketidaktepatan paham postmodernitas secara global dan lebih luas, dapat dilihat pada aspek ekonomi global. Dengan paham universalisme yang dipegangnya, pada akhirnya konsep ini diterapkan pada perdagangan dunia. Dengan konsep ini membebaskan para golongan kapitalis dalam berjalannya perdagangan bebas dunia, yang akhirnya mendatangkan keuntungan pada segelintir orang-orang tertentu saja. Padahal modernism dianggap oleh para pencetusnya akan menjanjikan peradaban dunia. Yang pada kenyataanya tidak mensejahterakan masyarakat secara universal. Dengan ini, jelas terlihat bahwa konsep modernitas tidak terbukti dalam realisasi akan gambaran positif yang diangankan para pencetusnya.

    II.            Perkembangan Sejarah Postmodern

Pada awalnya, kata postmodern tidak muncul dalam filsafat ataupun sosiologi.Wacana postmodern ini pada awalnya muncul dalam arsitektur dan kemudian juga dalamsastra. Arsitektur dan sastra ‘postmodern’ lebih bernafaskan kritik terhadap arsitektur dansastra ‘modern’ yang dipandang sebagai arsitektur totaliter, mekanis dan kurang human.
Akhirnya, kritik terhadap seni arsitektur dan sastra modern ini menjadi kritik terhadapkebudayaan modern pada umumnya yang dikenal sebagai era postmodern.Benih posmo pada awalnya tumbuh di lingkungan arsitektur. Charles Jencksdengan bukunya The Language of Postmodern Architecture (1975) menyebut post modern sebagai upaya mencari pluralisme gaya arsitekture setelah ratusan terkukung satu gaya.Postmodernisme lahir di St. Louis, Missouri, 15 Juli 1972, pukul 3:32 sore. Ketika pertamakali didirikan, proyek rumah Pruitt-Igoe di St. Louis di anggap sebagai lambang arsitekturmodern. Yang lebih penting, ia berdiri sebagai gambaran modernisme, yang menggunakan 3teknologi untuk menciptakan masyarakat utopia demi kesejahteraan manusia. Tetapi parapenghuninya menghancurkan bangunan itu dengan sengaja. Pemerintah mencurahkanbanyak dana untuk merenovasi bangunan tsb. Akhirnya, setelah menghabiskan jutaan dollar,pemerintah menyerah. Pada sore hari di bulan Juli 1972, bangunan itu diledakkan dengandinamit.
Menurut Charles Jencks, yang dianggap sebagai arsitek postmodern yang palingberpengaruh, peristiwa peledakan ini menandai kematian modernisme dan menandakankelahiran postmodernisme. Akhirnya, pemikiran postmodern ini mulai mempengaruhi berbagai bidangkehidupan, termasuk dalam bidang filsafat, lmu pengetahuan, dan sosiologi. Postmodernakhirnya menjadi kritik kebudayaan atas modernitas. Apa yang dibanggakan oleh pikiranmodern, sekarang dikutuk, dan apa yang dahulu dipandang rendah, sekarang justru dihargai.Postmodern sebagai Filsafat. Filsafat postmodern pertama kali muncul di Perancis pada sekitar tahun 1970-an,terlebih ketika Jean Francois Lyotard menulis pemikirannya tentang kondisi legitimasi erapostmodern, dimana narasi-narasi besar dunia modern (seperti rasionalisme, kapitalisme,dan komunisme) tidak dapat dipertahankan lagi.
Seperti yang telah diterangkan diatas, pada awalnya lahir dari kritik terhadaparsitektur modern, dan harus kita akui kata postmodern itu sendiri muncul sebagai bagiandari modernitas. Ketika postmodern mulai memasuki ranah filsafat, post dalam postmoderntidak dimaksudkan sebagai sebuah periode atau waktu, tetapi lebih merupakan sebuahkonsep yang hendak melampaui segala hal modern. Konsep postmodernitas yang seringdisingkat sebagai postmodern ini merupakan sebuah kritik atas realitas modernitas yangdianggap telah gagal dalam melanjutkan proyek pencerahannya.
Nafas utama dari postmodern adalah penolakan atas narasi-narasi besar yangmuncul pada dunia modern dengan ketunggalan terhadap pengagungan akal budi dan mulaimemberi tempat bagi narasi-narasi kecil, lokal, tersebar, dan beranekaragam untuk bersuaradan menampakkan dirinya.C.S. Lewis ketika ia berkata, ketika memperjelas pandangan Nietzsche sche “Mygood is my good, and your good is your good” (kebaikanku adalah kebaikanku, dankebaikanmu adalah kebaikanmu), atau kalau orang Jakarta bilang, “gue ya gue, lo ya lo”.Jadi di sini tidak ada standar absolut tentang benar atau salah dalam postmodern. MungkinAnda juga pernah mendengar orang berkata “Mungkin itu benar bagimu, tetapi tidakbagiku” atau “Itu adalah apa yang kamu rasa benar.” Kebenaran, bagi generasi postmodernadalah relatif, tidak absolut.

 III.            Tokoh-Tokoh postmodern dan Ajarannya

1)      Friedrich Wilhelm Nietzsche sche (1844-1900)
Lahir di Rochen, Prusia 15 Oktober 1884. Pada masa sekolah dan mahasiswa, ia banyakberkenalan dengan orang-orang besar yang kelak memberikan pengaruh terhadappemikirannya, seperti John Goethe, Richard Wagner, dan Fredrich Ritschl. Karier bergengsiyang pernah didudukinya adalah sebagai Profesor di Universitas Basel.Menurutnya manusia harus menggunakan skeptisme radikal terhadap kemampuanakal. Tidak ada yang dapat dipercaya dari akal. Terlalu naif jika akal dipercaya mampumemperoleh kebenaran. Kebenaran itu sendiri tidak ada. Jika orang beranggapan denganakal diperoleh pengetahuan atau kebenaran, maka akal sekaligus merupakan sumberkekeliruan.

Seorang filsuf Prancis keturunan Yahudi dan dianggap sebagai pendiri ilmudekonstruktivisme, sebuah ajaran yang menyatakan bahwa semuanya di-konstruksi olehmanusia, juga bahasa. Semua kata-kata dalam sebuah bahasa merujuk kepada kata-kata laindalam bahasa yang sama dan bukan di dunia di luar bahasa. Derrida dianggap salah satufilsuf terpenting abad ke 20 dan ke 21. Istilah-ilstilah falsafinya yang terpenting adalahdekonstruksi, dan difference.
a.       Dekonstruksi
Istilah dekontruksi untuk pertama kalinya muncul dalam tulisan-tulisan Derrrida pada saat iamengadakan pembacaan atas narasi-narasi metafisika Barat.Jacques Derrida menunjukkan bahwa kita selalu cenderung untuk melepaskan teks darikonteksnya. Satu term tertentu kita lepaskan dari konteks (dari jejaknya) dan hadir sebagaimakna final. Inilah yang Derrida sebut sebagai logosentrisme . Metode dekonstruksimerupakan proyek filsafat yang berskala raksasa karena Derrida sendiri menunjukkanbahwa filsafat barat seluruhnya bersifat logosentris. Dengan demikian, dekonstruksimengkritik seluruh proyek filsafat barat.
b.      Differance
Dalam karyanya, Of Grammatology, Derrida berusaha menunjukkan bahwa strukturpenulisan dan gramatologi lebih penting dan bahkan “lebih tua” ketimbang yang dianggapsebagai struktur murni kehadiran diri (presence-to- self), yang dicirikan sebagai kekhasanatau keunggulan lisan atau ujaran.Derrida menyatakan bahwa signifikasi selalu merujuk ke tanda-tanda lain dan kita tidakakan pernah sampai ke suatu tanda yang hanya merujuk ke dirinya sendiri. Maka, tulisanbukanlah tanda dari sebuah tanda, namun lebih benar jika dikatakan bahwa tulisan adalahtanda dari semua tanda-tanda. Dan proses perujukan yang tidak terhingga (infinite) dantidak habis-habisnya ini tidak akan pernah sampai ke makna itu sendiri. Inilah pengertian“tulisan” yang ingin ditekankan Derrida. Derrida menggunakan istilah arche-writing, yaknitulisan yang merombak total keseluruhan logika tentang tanda. Jadi, tulisan yang dimaksudDerrida bukanlah tulisan (atau tanda) sederhana, yang dengan mudah dianggap mewakilimakna tertentu.Dilihat dengan cara lain, tulisan merupakan prakondisi dari bahasa, dan bahkantelah ada sebelum ucapan oral. Maka tulisan malah lebih “istimewa” daripada ujaran.Tulisan adalah bentuk permainan bebas dari unsur-unsur bahasa dan komunikasi. Tulisanmerupakan proses perubahan makna terus-menerus dan perubahan ini menempatkan dirinyadi luar jangkauan kebenaran mutlak (logos).Jadi, tulisan bisa dilihat sebagai jejak, bekas-bekas tapak kaki, yang harus kitatelusuri terus-menerus, jika ingin tahu siapa si empunya kaki (yang kita anggap sebagaimakna yang mau dicari). Proses berpikir, menulis dan berkarya berdasarkan prinsip jejakinilah yang disebut Derrida sebagai differance.Differance adalah kata Perancis yang jika diucapkan pelafalannya persis samadengan kata difference. Kata-kata ini berasal dari kata differer-differance-difference, tidakhanya dengan mendengar ujaran (karena pelafalannya sama), tetapi harus melihattulisannya. Di sinilah letak keistimewaan kata ini, hal inilah yang diyakini Derridamembuktikan bahwa tulisan lebih unggul ketimbang ujaran.Proses differance ini menolak adanya petanda absolut atau “makna absolute,”makna transendental, dan makna universal, yang diklaim ada oleh De Saussure dan olehpemikiran modern pada umumnya.Menurut Derrida, penolakan ini harus dilakukan karena adanya penjarakan (spacing), dimana apa yang dianggap sebagai petanda absolut sebenarnya hanyalah selalu berupa jejak dibelakang jejak. Selalu ada celah atau kesenjangan antara penanda dan petanda, antara teksdan maknanya. Celah ini membuat pencarian makna absolut mustahil dilakukan. Setelah 5“kebenaran” ditemukan, ternyata masih ada lagi jejak “kebenaran” lain di depannya, danbegitu seterusnya.Jadi, apa yang dicari manusia modern selama ini, yaitu kepastian tunggal yang “adadi depan,” tidaklah ada dan tidak ada satu pun yang bisa dijadikan pegangan. Karena, satusatunya yang bias dikatakan pasti, ternyata adalah ketidakpastian, atau permainan.Semuanya harus ditunda atau ditangguhkan (deferred) sembari kita terus bermain bebasdengan perbedaan (to differ). Inilah yang ditawarkan Derrida, dan posmodernitas adalahpermainan dengan ketidakpastian.Postmodern dan PositivismeNietzsche adalah tokoh postmodern yang temasuk pengkritik pandanganpositivisme August Comte. Menurut Comte, subyek (manusia-red) mampu menangkap faktakebenaran, sejauh hal itu faktual, dapat didindara, positif dan eksak. Akan tetapi menurutNietzsche , manusia tidak tidak dapat menangkap fakta. Apa yang dilakukan manusia untukmenangkap objek itu hanyalah sekedar interpretasi. (ST. Sunardi,1999:67-68) .Banyak pernyataan bahwa Nietzsche tidak percaya bahwa kita bisa mengetahui. Fakta kebenaran itu tidak ada, yang ada hanyalah interpretasi dan dan perspektif.Maka dengan dengan sendirinya tidak ada kebenaran universal yang tunggal. Penafsiran itutidak itu tidak menghasilkan makna final, yang ada hanyalah pluralitas. (ST.Sunardi,1999:180) sehingga bagi Nietzsche , kebenaran adalah suatu kekeliruan yangberguna untuk mempertahankan arus hidup.Tanggapan Terhadap PostmodernKonsepsi epistemologis post-modern yang belum jelas merupakan persoalan yangcukup mendasar. Tidak dapat disangkal lagi bahwa dalam interpretasi, setiap orangmempunyai sudut pandang dan perspektif sendiri-sendiri (berbeda-beda). Dalam perpektif,subjek-subjek tertentu bisa dianggap benar, namun bias jadi keliru bagi perspektif subjekyang lain.Jika pada masa Modern, manusia mengingkari agama oleh karena pengaruhrasionalitas, namun pada masa Postmodern ini manusia mengingkari agama denganirrasionalitas. Pada postmodern ini bermunculan agama-agama baru buatan manusia (--isme) yang merupakan hasil sinkritisme dan pluralisme. Tidak ada kebenaran absolut dalamagama apapun atau mungkin bahkan dalam kitab suci apapun, yang ada adalah kebenaranrelatif, kebenaran menurut masing-masing yang memandangnya, sehingga manusia di sinisebagai hakim penentu kebenaran, dan bukan Tuhan yang menjadi penentu kebenaranmelalui Kitab Suci yang diwahyukannya.Derrida, melalui teori Dekonstruksi-nya, telah mengantarkan kita pada sebuahmodel semiotika ketidakberaturan atau semiotics of chaos. Dekonstruksi menolakkemapanan, menolak obyektivitas tunggal dan kestabilan makna. Karena itu, Dekonstruksimembuka ruang ‘kreatif’ seluas-luasnya dalam proses pemaknaan dan penafsiran. ItulahDekonstruksi, yang membuat setiap orang bebas memberi makna dan mentafsirkan suatuobyek tanpa batas. Ruang makna terbuka luas. Penghancuran terhadap suatu makna olehmakna baru melahirkan makna-makna lain. Demikian seterusnya. Sehingga, demikian bebasdan banyaknya makna dan tafsiran, membuat era dekontruktivisme dianggap era matinyamakna. Makna menjadi tidak berarti lagi.Fenomena postmodernisme ini memunculkan berbagai macam persoalan tentangperan iman dan agama. Ketika manusia tidak lagi percaya akan rasionalitas yang dianggaptelah gagal melanjutkan proyek pencerahannya, maka dunia tidak lagi diatur oleh kebenarantunggal dan sistem mekanis. Segala bentuk kebenaran tunggal ditolak dan direlativkan,demikian juga agama, teologi dan ajaran iman. Pada saat itulah manusia berada dalamkotak-kotak individualisme yang berdiri sendiri. Ada yang kemudian jatuh kepada ekstrim.

  IV.            Kritikan terhadap Postmodern
Meskipun postmodern tampak sangat menjanjikan namun bukan berarti postmodern tidak memiliki celah salah satunya adalah kerancuan dan ketidakpastian dari paham ini akibat dari melenturnya pemikiran manusia,meskipun postmodern dapat memberikan solusi tengah tetapi bagi sebagian orang postmodern di anggap hanya bisa mengkrtitisi tanpa memnyelesaikan permasalahan, postmodern lebih bersikap lepas tangan setelah melakukan kritik terhadap sesuatu. Paham ini dikhawatirkan hanya akan melahirkan orang – orang yang pandai berkritik tanpa melakukan riset yang mendalam dan tidak melakukan tindakan hal ini dianggap oleh pennganut paham modern  sebagai sebuah sikap apatis, postmodern menjadi sangat mebingungan dan terasa abu – abu, terkesan takut dalam menentukan pilihan dan mengambil sikap. Sehingga postmodern hanya akan melahirkan pengamat hebat tapi ragu dalam mengambil tindakan.

     V.            Pengaruh postmodern terhadap seni rupa
Pada masa modern seni sangat diagungkan dan hanya dinikmati oleh kalangan ningrat saja, seni menjadi sangat kaku, hasil dari perkembangan modernisme yang berpegang teguh pada rasionalitas dan realitas sehingga seni dimurnikan dan terbatas pada masalah etetis saja (pada seni abstrak) seni menjadi tabu dalam membicarakan hal – hal yang bersifat remeh – temeh, seni menjadi terpisah dari masyarakat dan lebih menjungjung orisinalitas serta seni dijauhkan dari tradisi. Hal tersebut secara langsung telah mebatasi ruang gerak seni sehingga seni lukis dan patunglah yang mendominasi penggunaan media pada seni rupa modern sedangkan seni grafis dan keremik masi berkonotasi rakyat artinya tidak ningrat sehingga tidak dianggap eksklusif namun seiring berjalannya waktu kedua karya seni tersebut disejajarkan, ini dilakukan oleh Andy Warhol, dia merusak tatanan seni tinggi dan tatanan seni rendah dengan memadukan keduannya. Kemudian, paham modernitas yang terdapat pada senirupa mendapatkan resisitensi dari kekritisan pemikir publik seni,mereka mengungkapkan bahwa terjadi kesalahan pada modernitas seni, ini dipengaruhi oleh pola pikir masyarakat yang mulai memasuki pemikiran filosofi yang dibawa oleh postmodernisme, bentuk resistensi ini dikenal sebagai postmodernisme yaitu sebuah seni yang membawa angina segar pada dunia seni rupa. Kemudian pemikiran public terhadap seni menjadi melentur sehingga penggunaan media pun menjadi amat tak terbatas bahkan melalui norma-norma etis. Postmodern berusaha meleburkan seni dengan tradisi dan masyarakat sehingga terciptanya isu – isu social di dalam sebuah karya seni,kemudian seni kembali berfungsi sebagai social dan pribadi sehingga para seniman dapat menuangkan muatan – muatan pribadi dalam karya seninya.
Pada masa postmodern seni menjadi sangat luas cakupannya,dengan tawaran kebebasan dan berkarya secara menyeluruh namun tetap saja konsepsi dari postmodern itu sendiri sebagai sebuah pemikiran yang kritis sehingga karya seni yang dihasilkan tidak terbatas oleh visual dan estetika saja namun menuntut riset yang mendalam dan menyeluruh dalam berkarya  sehingga terdapat gagasan dan pertangungjawaban dari karya seni yang dihasilkan bahkan tak jarang pertanggungjawaban dari karya seni yang lebih diutamakan,ini adalah cerminan dari pemikiran kritis atau budaya filosofi yang dianut oleh postmodern.


  VI.            Postmodernisme dan Modernisme
·         Postmodernisme dimulai pada tahun 1968 setelah perang kedua usai sedangkan modernisme dimulai pada tahun 1890 dan berlangsung sampai sekitar tahun 1945.
·         Postmoderisme menentang penggunaan pemikiran logis sedangkan modernisme didasarkan oleh penggunaan akal dan pikiran logis untuk memperoleh pengetahuan.
·         Postmodernisme menganggap karya seni berdasarkan hiper-realitas artinya dapat terpengaruh oleh media sedangkan moderntisme beranggapan bahwa karya seni adalah otentik.
·         Selama perkembangan postmodernisme seiring perkembangan computer,seni dapat dituangkan ke dalam digital dan mereka dapat melakukan pemaknaan terhadap seni itu sendiri sedangkan modernisme karya sastra dipandang sebagai karya unik seniman.       

Pop Art

Berikut adalah sekilas tentang aliran Pop Art. Disusun dan dipresentasikan oleh rekan-rekan saya dikelas dengan sedikit polesan oleh saya. hehe
Kredit untuk: Abigail Florencia Cores, Ervina Amir, Ilona Emanuella Salutan, Priscilla Afta Yeptiani Firdaus dan Sunnaholomi Halakrispen.

POP ART



A.    Definisi Pop Art
Menurut Oxford Dictionary, dari kepanjangan kata Popular Art, yang kemudian di singkat menjadi “Pop Art”. Pop Art adalah seni yang didasarkan oleh budaya popular modern, karena adanya komentar-komentar kritis atau ironis pada seni tradisional.
Lalu, menurut Collins Dictionary. Pop Art adalah suatu gerakan dalam seni modern yang meniru metode, gaya, dan tema dari budaya populer dan media massa, seperti komik, iklan, dan fiksi ilmiah.
Sedangkan menurut Cambridge Dictionary, Pop Art adalah salah satu jenis seni yang dimulai pada tahun 1960 dan memakai gambar dan objek dari kehidupan nyata (real).

B.     Sejarah Pop Art
            Pop art berasal dari kata Popular art. Pop art adalah aliran seni yang memanfaatkan simbol-simbol dan gaya visual yang berasal dari media massa yang populer seperti koran, tv, iklan dan lain-lain. Pop Art merupakan sebuah gerakan seni yang muncul di Inggris pada tahun 1950an dan 1960-an. Yang juga berkaitan dengan globalisasi musik pop dan budaya-budaya kaum muda (teenagers) yang dibawa oleh Elvis Presley dan The Beatles. Pop Art adalah suatu seni yang terkadang abstrak, menyenangkan dan berlawanan dengan pembuatan seni artistik pada umumnya.
            Sebelum pop art ada, seni adalah milik orang-orang kaya, pintar, media, dan para seniman itu sendiri. Mereka menerjemahkan keindahan sesuai dengan teori-teori ideal mereka yang cenderung filosofis dan rumit. Lalu lahirlah abstrak ekspresionisme. Seperti namanya, keindahan suatu karya abstrak ekspresionisme tidak bisa dinikmati tanpa kita perlu berpikir dan mencerna. Dengan mengambil ciri khas desain iklan dan komik.
Kemudian, Roy Lichtenstein dan kawan-kawan berusaha mengubah keadaan ini dengan membuat seni dapat lebih dipahami oleh semua orang dari berbagai kalangan. Roy Lichtenstein juga salah satu tokoh Pop Art yang terkenal.  Hal ini ditunjukkan oleh lukisan-lukisan komik-stripnya. Gadis tenggelam tahun 1963, adalah salah satu karyanya yang lebih dikenal dan merupakan contoh yang baik untuk fitur desain. Lukisan ini hadir dengan garis tebal, warna-warna berani, dan gelembung pikiran.
Salah satu bentuk awal desain Pop art adalah karya dari Richard Hamilton, John Mchale dan John Voelcker pada tahun 1956 yang berjudul " Just What is it that makes today's homes so different, so appealing?. Karya tersebut berupa penggabungan potongan gambar dari berbagai sumber. Sehingga, Pop Art pada dasarnya berasal dari istilah Popular Culture, yaitu sebuah ungkapan yang menggambarkan sebuah budaya rendah atau kalangan bawah karena lebih berkaitan dengan masalah hiburan, komersial bahkan selera masyarakat awam.
            Pop art ini pertama berkembang pada pertengahan 1950an di Inggris dan pada akhir 1950an di Amerika Serikat. Artis-artis pop pada jaman itu hanya mementingkan gambaran-gambarannya di Billboards, lukisan, pengiklanan majalah atau produk. Lalu Lawrence Alloway seorang kurator menggunakan  istilah budaya popular di dalam esai nya yang berjudul “The Arts and Mass Media”. Alloway adalah salah seorang pengkritik yang mempertahankan Pop Art sebagai sebuah bentuk seni yang sah.
Pop Art adalah reaksi kepada ide-ide dominan lukisan abstrak. Pop Art menggunakan tokoh popular untuk menentang kebudayaan kumpulan elit dalam seni, menekankan elemen-elemen yang tidak menarik atau pertunjukkan seni yang tidak bernilai dalam sebuah kebudayaan. Pop Art mensasarkan kepada penonton yang luas dan pop art merupakan bentuk perluasan subjek seni yang berasal dari (kemasan) desainer grafik kemasan, tanda, billboard dan iklan.
            Pop art pertama kali dipopularkan oleh Andy Warhol dari Amerika yang merepetisi foto wajah-wajah artis Hollywood seperti Marilyn Monroe atau Elvis Presley dengan silk screen dan menggunakan warna-warna komplementer. Hasilnya wajah-wajah artis tersebut muncul dengan warna-warna yang unik dan berbeda dari aslinya. Karya-karya seperti ini biasanya diproduksi untuk cover-cover album atau poster pertunjukan musik dan  kemudian berkembang untuk poster-poster sosial sampai poster komersil.
Gaya desain ini berlangsung sekitar pertengahan tahun 1960an sampai 1970an. Karena pengaruh pop art dalam desain maka terdapat upaya untuk mengangkat kembali unsur-unsur tradisional amerika. seperti teknik pewarnaan datar atau blok dan outline pada komik. sedangkan yang berkaitan dengan sisi tradisional adalah seperti tipe huruf, ornamen tradisional serta mengangkat kembali gaya art deco dan art nouveau, atau sering disebut juga dengan revivalism.
Pada perkembangannya, Pop Art telah berubah menjadi sebuah cabang seni visual baru yang memiliki ciri khas unik. Seperti penggunaan objek sehari-hari sebagai tema utamanya (papan iklan, lampu, tokoh politik, penyanyi pop dan lain sebagainya). Dan desain Pop Art tidak hanya di tuangkan dalam media cetak, sablon kaos, aksesoris motor, tetapi digunakan juga untuk mempercantik rumah, untuk bagian luar maupun dalam. Seperti bangunan dengan banyak cat berwarna berani, model sofa atau kursi yang unik. Hal ini juga merupakan salah satu dari berbagai perkembangan seni desain Pop Art.

C.      Tokoh Pop Art
a.    Tokoh Pop Art di Dunia
Richard Hamilton (1922-2011)
Lahir: 24 Februari 1922
Meninggal: 13 September 2011
Tokoh yang paling penting dari kelompok seniman London yang tertarik dengan budaya popular Amerika. Karya kolase Hamilton yang berjudul Just What Is It That Makes Today’s Home So Different, So Appealing?, dianggap banyak berisi unsur-unsur Pop Art yang muncul kemudian di Amerika Serikat. Kolase ini mengandung unsur-unsur seperti label dagang, logo produk, dan bagian yang ditonjolkan dalam buku komik. Bahkan kata pop muncul dalam karya ini. Sedangkan Pameran pertama Lukisan Hamilton ditunjukan di Galeri Hanover, London, pada tahun 1955. Just What Is It That Makes Today’s Home So Different, So Appealing?, diproduksi untuk pamerannya yang bernama “This is Tomorrow”.
Andy Warhol (1925-1987)
Lahir: 6 Agustus 1928
Meninggal: 22 Februari 1987
Andy Warhol merupakan seniman Pop yang paling terkenal. Ia menggunakan budaya populer dan dunia periklanan sebagai sumber tema karyanya. Karya-karyanya mengeksplorasi hubungan antara ekspresi seni, budaya selebriti dan iklan yang berkembang pada tahun 1960-an. Gambar objek-objek yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari dibuat menjadi seni rupa yang penting.
Seni Warhol mencakup berbagai bentuk media, termasuk gambar tangan, lukisan, seni grafis, fotografi, sablon, patung, film, dan musik. Dia juga seorang pelopor dalam seni yang dihasilkan komputer menggunakan komputer Amiga yang diperkenalkan pada tahun 1984, dua tahun sebelum kematiannya. Karya-karyanya nya tampak impersonal (tidak mempribadi).

Roy Lichtenstein (1923-1997)
Lahir: 27 Oktober 1923
Meninggal: 29 September 1997
Roy Lichtenstein merupakan seniman Pop Amerika. Selama tahun 1960, bersama dengan Andy Warhol, Jasper Johns, dan James Rosenquist antara lain, ia menjadi tokoh terkemuka dalam gerakan seni baru. Karyanya didefinisikan premis dasar seni pop melalui parodi. Roy Lichtenstein mendasarkan karyanya pada buku komik. Karyanya sangat dipengaruhi oleh iklan populer dan gaya buku komik. Dia menggambarkan pop art sebagai "not 'American' painting but actually industrial painting". Lukisannya dipamerkan di Leo Castelli Gallery di New York. Lichtenstein mengambil frame gambar yang kecil dengan pola titik-titik warnanya, kemudian membesarkannya menjadi gambar yang monumental.

Tom Wesselman (1931-2004)
Lahir: 23 Februari 1931
Meninggal: 17 Desember 2004
Tom Wesselman seorang senimanAmerikayang terkait dengangerakan seniPopyang bekerjadalam lukisan, kolase, dan patung. Atau dapat disebut dia seniman yang berkarya dalam gaya Pop Art yang dingin. Salah satu karyanya yang terkenal berupa karya serial yang disebut Wesselmann sebagai The Great American Nude. Dalam karya ini figur-figur wanita telanjang tanpa wajah digambarkan dalam bentuk datar dan impersonal.

George Segal (1924-2000)
Lahir: 26 November 1924
Meninggal: 9 Juni 2000
George Segal adalah seorang pelukis Amerika dan pematung terkait dengan gerakan Pop Art. Ia tidak menggunakan teknik yang impersonal, ia menampilkan bentuk Pop Art yang mempribadi (personalized). Karyanya berupa patung manusia yang dicetak dengan model hidup dari bahan plaster dengan permukaan yang kasar, yang dipajang dalam lingkungan yang nyata. Awalnya patung tersebut hanya berupa patung putih dingin, lalu kelamaan ia melukis patung tersebut dengan menggunakan warna monokrom cerah.
Marisol Escobar (1930)
Lahir: 22 Mei 1930
Marisol Escobar adalah seniman asal Venezuela yang menciptkan karya mixed-media, yang menggabungkan patung, lukisan, dan benda bekas (found object) dalam lingkungan Pop yang berpusat pada figur manusia. Itu dalam dekade berikutnya tahun 1960-an yang Marisol mulai dipengaruhi oleh pop artis seperti Andy Warhol dan Roy Lichtenstein. Dia bahkan muncul dalam dua film oleh Andy Warhol, "The Kiss" dan "13 Most Beautiful Girls".  Marisol mengkonstruksi figur-figur abstrak seperti dalan gaya Kubisme.

b.      Tokoh Pop Art di Indonesia
Wedha Abdul Rasyid
Lahir: 10 Maret 1951
Ia dikenal sebagai pencipta aliran WPAP (Wedha's Pop Art Potrait) atau FMB (Foto Marak Berkotak), atas jasanya ini ia dijuluki “Bapak Illustrator Indonesia”. Wedha Abdul Rasyid menyumbangkan banyak kontribusi di bidang illustrasi dan seni rupa. Ia berprofesi sebagai ilustrator sejak dekade 1970-an. Mulai 1977, ketika bergabung dengan majalah Hai, ia banyak membuat ilustrasi terutama karya-karya fiksi Arswendo Atmowiloto dan Hilman Hariwijaya, salah satu karyanya yang paling terkenal ialah karya fiksi “Lupus”. Ia banyak membuat karya-karya fiksi dari potret tokoh dunia. Wedha’s Pop Art Portrait Pameran tunggal pertamanya pada tanggal 28 Oktober 2008.

D.    Karakteristik Pop Art
1.      Pop Art diterapkan oleh teknik dan juga tema yang diambil dari budaya masa populer. Kita dapat menemukannya pada suatu iklan, benda budaya duniawi dan buku komik. Gerakan seni ini dianggap seperti reaksi terhadap ide-ide abstrak ekspresionisme. Pop Art menegaskan unsur dangkal segala budaya, dengan penggunaan ironi.
2.      Warna yang paling banyak digunakan oleh para seniman Pop Art ialah warna-warna primer (kuning, merah, dan biru). Warna yang digunakan merupakan warna-warna komplementer yang mencolok (warna berani), bermacam-macam warna dan high contras (warnanya hidup).
Andy Warhol. Campbell’s Soup
Andy Warhol. Coke Bottles
3.      Garis yang terlihat dari Pop Art jelas dan merupakan representasi simbol, ilustrasi menggunakan outline yang tegas, objek yang diambil dari orang dan benda dalam budaya populer.
4.      Pada fesyen, Pop Art biasanya dibuat melalui teknik sablon atau saring. Salah satu contoh atribut fashion yang menggunakan nuansa nge-pop adalah brand sepatu nike. (warna mencolok serta ikon seperti layout komik-komik khas Pop Art)
  1. Menggunakan elemen yang terdapat di komik seperti balon
Roy Lichtenstein. Whaam(1963)
  1. Pada dunia fesyen, Pop Art biasanya diaplikasikan pada sepatu yang dihiasi dengan warna mencolok dengan sensasi warna yang terasa nge-pop, dan ikon seperti layout komik. Dapat kita lihat pula pada desain jacket dan t-shirt yang menggunakan ikon khas Pop Art seperti adanya gelembung dan tambahan kalimat (seperti dalam komik).

E.     Penerapan Pop Art dalam Desain Grafis di Indonesia
Dalam perkembangan desain grafis di Indonesia dari mulai awal proses masuk nya desain grafis itu sendiri telah banyak bermunculan karya-karya desain grafis dengan ciri dan style yang sesuai dengan keadaan  dan situasi yang sedang berkembang pada saat pembuatannya.
Beberapa style yang cukup berpengaruh dalam perkembangan desain grafis di Indonesia diantaranya adalah modernism, de stijl, constructivism, bauhaus, international style, dan pop art. Dari beberapa style tersebut, style pop art merupakan style yang paling populer dan paling banyak diminati di Indonesia dimana style pop art menarik dan cenderung mudah diterima oleh orang awam yang tidak terlalu paham tentang seni. Pengaruh pop art yang tampak jelas adalah gaya gambar 2 dimensi dan kebanyakan memiliki outline dalam gambarnya, seperti gambar-gambar dalam iklan, gambar kartun, poster, buku komik, dan berbagai media lainnya.
Penerapan pop art saat ini di terapkan juga dalam desain interior. Permainan warna yang berani pun ditampilkan, karena pop art identik dengan warna- warna cerah. Namun pop art dalam desain interior di indonesia jarang digunakan karena masyarakat pada umumnya lebih suka permainan warna yang aman karena pop art sendiri identik dengan warna dangdut.
Bukan hanya desain interior tetapi juga dalam busana dan sepatu. Dalam dunia fashion, penerapan pop art lebih tertuju kepada kaum muda.
penerapan pop art dalam sepatu pertama kali di terapkan oleh nike dengan memuncul animasi superhero seperti dalam komik didalam desain sepatunya. Hal ini membuat penjualan menjadi meningkat dan juga melonjak pesat. Hal ini sebagai bukti bila dapat diterima oleh masyarakat sehingga di ikuti oleh pesaing seperti adidas dan juga puma.
Dalam fashion atau berbusana, pop art diterapkan dengan memunculkan gambar-gambar tokoh terkenal atau tokoh animasi superhero di baju dengan tehnik sablon.Tidak cukup sampai di situ, penerapan nya pun digunakan dalam pembuatan cover album, musisi yang menerapkan pop art dalam cover lagu nya adalah mocca dan Black Eyed Peas.